Goresan Tangan I

· CERPEN, Uncategorized
Penulis

GARA-GARA TELAT BANGUN

Sampai bingung mau nulis judul apa…..

    Hehe,hanya karena gara-gara telat bangun. Hmm..ini cerita tentang pengalaman kemarin…dimulai dengan kemalanganku karena telat bangun pagi!…hhuuft, gara-gara begadang malam! Padahal memang ada rencana untuk tidur cepat, eehhh..karena keasyikan main game, malah telat tidur. Alhasil, aku ngantuk dan telat bangun…

    Subuh itu, terdengar suara pintu kamar IV ASPURA (kamarku) digedor-gedor dari luar, entah siapa orang yang menggedornya. Makin lama, suara gedoran itu makin keras, aku yang masih ngantuk gara-gara begadang semalam terasa usik dengan hal itu. Ainur, yang juga mungkin terasa usik dengan hal itu terbangun dan segera membuka pintu kamar, ternyata Andi Marwan yang bertugas membangunkan saat itu yang dari tadi menggedor pintu. A. Marwan menghampiriku dan membangunkan aku untuk salat subuh aku segera bangun dan berjalan menuju WC mencuci muka dan buang air kecil. Aku memakai seragam salatku, karena masih ngantuk aku kembali ketempat tidurku, semula aku hanya ingin baring-baring saja namun malah aku sampai tertidur kembali. Tak lama kemudian, terdengar suara “Imran, bangun….bangun….bangun…”, namun aku tak menghiraukan suara itu, aku hanya menganggap suara itu sebagai bagian dari tidurku alias mimpi, ternyata itu suara Ainur yang baru saja pulang dari musallah abis salat subuh. “Gawat…” ucapku dalam hati, segeralah aku mengambil air wudhu dan melaksanakan salat subuh, aku salat subuh diasrama karena semua teman yang lain udah pulang dari musallah.

    Jam menunjukkan pukul 06.00, aku segera mengambil peralatan mandi dan berjalan menuju kamar mandi. Sesampainya dikamar mandi ternyata ada orang didalam kamar mandi. “haloo… siapa didalam” ucapku sambil mengetuk pintu kamar mandi. “byan, iya tunggu sebentar” ucap byan dari dalam kamar mandi. “sudahmu….”ucapku lagi. “iya” jawab byan. Tak lama kemudian, byan keluar dari kamar mandi aku segera masuk dan mandi. Abis mandi aku kembali kekamarku memakai seragam sekolah. Sambil menunggu makanan disiapkan kamar 1 (satu) yang dihuni Zulfikar,Lulu,Yayat,Fian,dan Rahmat yang saat itu bertugas, aku memutuskan untuk tidur.

“Mumpung ada kesempatan dari pada mengantuk di kelas, pelajaran tidak masuk di otak aku tidur dulu deh sebentar” ucapku. Sinar mentari pagi menembus sela-sela jendela kamarku dan menyinari mataku, aku terbangun. Jam menunjukkan pukul 07.30, kuambil tas dan kupakai sepatuku dan berjalan tergesa-gesa menuju pantri untuk sarapan. Untung aku masih sempat sarapan pagi! Ini berkat nasihat dari ayah…kata beliau, walau bagaimana pun, harus sarapan pagi…sarapan pagi banyak manfaatnya…supaya tetap menjaga konsenterasi dengan apa yang disampaikan oleh guru. Karena nasihat itulah, aku terbiasa berangkat ke sekolah dengan sarapan pagi sebelumnya! Apapun menunya!…terkadang aku makan roti, mie instan, dll.. asalkan mengenyangkan. Tapi tidak baik juga jika terlalu banyak karbohidrat saat sarapan pagi..bisa-bisa glukosa yang kita konsumsi berlebihan dan membuat kita mengantuk! (wah, malah cerita panjang lebar) hehhe…

Aku berjalan tergesa-gesa,
keringat sebesar biji jagung pun meleleh di sekujur tubuhku..mau tidak mau aku harus bergegas ke sekolah karena itu sudah menjadi tuntutan bagiku sebagai siswa.

Wuuuiiihhh…capeknya bukan maiiiiinnn! Rasaya kaki hampir patah…melelahkan…

    Dari jauh kulihat temanku, lagi berdiri didepan kelas, aku segera menghampirinya. Ternyata Syaiful, Zul, dan A. Marwan yang juga terlambat, ia ragu-ragu untuk masuk kelas. Akhirnya Pak guru bahasa Indonesiaku (Pak Jamal) menoleh keluar kearah kami, dan berkata “Ambil posisi”. Kami berempat udah tau maksud dari perkataan beliau, maksud perkataannya adalah mengambil posisi untuk push up. Melihat saya, dan ketiga temanku mengambil posisi push up, pak Syathir guru olahragaku menghampiri kami.

“Push up 1 X (kali)” kata pak Syathir. Saya dan ketiga temanku tertawa karena hanya mendapat sanksi 1 X (push up), “kenapa tertawa..???” kata Pak Syathir, “karena 1 X jii push upnya pak” jawab A. Marwan dengan polosnya. “siapa bilang 1 X (kali), maksudku 1 x 50” kata pak Syathir setelah mendengar perkataan A. Marwan.

    Saya dan ketiga temanku push up dengan penuh semangat, maklum kami udah terbiasa dengan hal ini. Akhirnya 50 kali push up tanpa terasa telah kami lakukan, sebelum masuk kelas kami mengobrol sejenak. Obrolan ini dimulai ketika syaiful bertanya pada saya “Mengapa kamu bisa terlambat kesekolah…???”, “ini semua karena, gara-gara aku telat bangun, aku tidak disiplin dalam mengatur waktu, aku menyesal dengan ini semua” jawabku. “Untung masih ada kami bertiga yang juga terlambat, seandainya tidak ada kami mungkin kamu dihukum sendirian” ucap Zul, “Iya a betul itu Zul, inilah salah satu rasa persahabatan kami padamu sobat” kata A. Marwan. “Ok..ok.. sobat thank’s, jujur hari ini aku merasa kewalahan , tapi alhamdulillah hal ini memberikan pembelajaran bagi saya bahwa kita harus pandai-pandai mengatur waktu, hehehe kok malah bercerita sih yuk masuk kelas” kataku menjelaskan dan mengajak temanku masuk kelas, kami berempat segera masuk kekelas.

    

3 Komentar

Comments RSS
    • moehammadImranramli

      iya toh. like dan komentarnya jangan lupa ditinggalkan di blog ini (MUHAMMAD IMRAN)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: