PUISI 1

· PUISI
Penulis

Disini, yang ada hanyalah Kita

Sepuluh.Satu

 

Dipertemukan kala malam,
Didendangkan lagu hujan,
Disatukan oleh kenangan,
Dipisahkan oleh kematian,

Aku ataupun kamu,
Tidak ada yang tahu,
Apakah kelak pada suatu waktu,
Kita bisa berkumpul dalam haru biru,

Jangan sebut kata aku ataupun kamu,
Yang ada hanyalah kita,
Dari pertama bertemu,
Tuhan sudah menjanjikan takdirnya,

Dalam perjumpaan,
Pasti ada perpisahan,
Ada canda tawa disana,
Ada pula tangis tercipta,

Tuhan itu satu,
Tuhan tahu,
Dia ciptakan kita,
Untuk menjadi satu,

Ada kelahiran, ada pula kematian,
Ada pertemuan, pasti ada perpisahan,
Ada candaan, ada pula tawaan,
Semua itu, bukti cinta Tuhan,

Terima kasih sudah berkunjung ke kotaku, ke taman hatiku,
Terima kasih untuk semuanya, terima kasih adanya,
Yakinlah kelak kita akan berjumpa,
Di tempat indah, tentram, dan menyenangkan,
Tanpa perlu takut akan adanya perpisahan,
Tanpa perlu takut uang saku kehabisan,
Tanpa perlu takut orang tua mengkhawatirkan,
Tanpa perlu takut dapat cibiran,

Karena semua nanti semuanya halal,
Semua yang dilihat itu wajar,
Yakinlah, Tuhan akan mempertemukan kita,
Di tempat yang bernama surga.

Untuk semua sahabat-sahabatku yang baik hatinya,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: